Handuk yang jarang dicuci justru bisa menjadi tempat berkembang biaknya kuman hingga menyebabkan penyakit kulit. Ini dia Dampak Jarang Mencuci Handuk Dan Tips Mencuci Handuk Yang Benar

Selamat datang di salah satu situs Alfian Herbal yang merupakan pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menyediakan barang 100% asli bukan barang tiruan, karena kami merupakan agen resmi Green World Global. Kami melayani pelanggan dengan sistem “Barang Sampai Baru Bayar“.

Dampak Jarang Mencuci Handuk Dan Tips Mencuci Handuk Yang Benar

Dampak Jarang Mencuci Handuk Dan Tips Mencuci Handuk Yang Benar — Handuk menjadi benda yang familiar karena selalu digunakan untuk mengeringkan tubuh usai mandi.  Meski sering digunakan, sebagain kalangan justru jarang mencuci handuknya.  Padahal handuk yang tidak dicuci dalam tempo yang lama bisa menjadi sarang bakteri dan jamur.

Bukan membersihkan tubuh setelah mandi, handuk yang kotor justru berdampak buruk terhadap kesehatan kulit. Benda yang seharusnya jadi alat pembersih itu ternyata berpotensi besar menjadi sarang kuman. Idealnya, handuk diganti setelah empat kali pemakaian. Apalagi handuk cenderung lembab karena pemakaian. Inilah yang kemudian menyebabkan bakteri dan kuman lebih mudah berkembang biak.

Semakin lama Anda menunda untuk mencuci dan mengganti handuk, tentu akan semakin banyak kuman dan bakteri bersarang di sana. Hati-hati, pemakaian handuk kotor bisa menyebabkan infeksi kulit dan bahkan menyebabkan tumbuhnya jamur di organ intim Anda.

Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah Anda akan masuk ruang ICU, itu mungkin meski sangat jarang terjadi,” ujar Susan Whittier, PhD, direktur klinik pelayanan mikrobiologi di New York Presbyterian/Columbia University Medical Center.

Meskipun Anda dalam keadaan bersih saat mengeringkan tubuh dengan handuk, Anda tetap mentransfer bakteri kulit ke handuk yang Anda pakai. Bakteri itu kemudian akan terus bertambah dan berkembang biak dari hari ke hari.

Umumnya, mengeringkan tubuh dengan handuk yang dipenuhi oleh bakteri kulit Anda sendiri tak akan menyebabkan Anda sakit. Tapi, jika Anda membawa bakteri patogen seperti MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus, infeksi kulit yang bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti paru dan jantung. Sehingga, bisa membahayakan nyawa.), karena sekitar 10% orang sehat bisa membawa ini yang kebetulan kulitnya kering, pecah-pecah atau ada luka pada kulit“, jelas Whittier.

Jika infeksi MRSA sudah menyebar hingga masuk ke dalam darah, sudah pasti Anda akan terbaring di rumah sakit. Pada orang dengan MRSA, meski rutin mencuci handuknya setelah empat kali pemakaian, kemungkinan infeksi akan tetap ada.

Kalaupun Anda tak mencuci handuk setelah pemakaian keempat kali, Anda memang takkan langsung terkena infeksi jamur.

Orang yang sehat tidak akan membawa jamur pada kulit mereka. Jamur bukanlah bagian dari kulit normal,” ujar Whittier.

Tak ada jamur pada kulit, berarti tak ada jamur pada handuk dan tak ada infeksi. Namun, ketika Anda mulai mencium bau tak sedap pada handuk yang dipakai, itu berarti jutaan bakteri telah bersarang di sana. Dan jika Anda tetap mengacuhkan, tidak mencuci dan menggantinya dengan handuk bersih, maka jutaan bakteri tersebut akan disapukan ke seluruh tubuh untuk “membersihkan” tubuh Anda.

Tips mencucui handuk yang benar

  • Jangan Campur dengan cucian kotoran lain

Untuk mendapatkan handuk dengan kelembutan ekstrak, sebaiknya, cucilah terpisah dengan cucian lainnya, terutama jika anda menggunakan mesin cuci. Gesekan yang terjadi antarserat akan membuat handuk jadi kasar. Selain itu, besar kemungkinan bulu serat handuk tersangkut dengan kanving baju serta celana. Akhirnya, baju dan handuk jadi rusak.

  • Cuci dengan air hangat

Air hangat akan menjaga serat handuk jadi lebih halus, dan membantu “mengembangkan” serat sehingga jadi lebih lembut. Setelah dicuci dengan air hangat, pastikan untuk segera mengeringkannya supaya tidak ada jamur yang menempel.

  • Gunakan Pelembut

Pelembut kain memang bakal membantu anda untuk menjaga serat handuk jadi lebih lembut. Namun, ini tak berarti kalau semakin banyak cairan pelembut yang dipakai, membuat handuk semakin halus.

Sebaliknya, semakin banyak menggunakan pelembut handuk justru membuat handuk terasa licin, seolah terdapat lapisan lilin tersebar di seluruh bagian handuk.

Untuk menghindari ‘bencana’ yang demikian, gunakanlah pelembut cucian dalam takaran lebih sedikit dari jumlah yang disarankan. Anda juga bisa menggunakan pelembut kain alami yang berasal dari bahan-bahan dapur di rumah.

Tuangkan 1/4 cangkir cuka ke dalam cucian handuk, lalu cuci dengan cara seperti biasa. Cuka membantu ‘melunakkan’ dan melembutkan serat kain.

Nah, itulah informasi seputar Dampak Jarang Mencuci Handuk Dan Tips Mencuci Handuk Yang Benar yang dapat kami bagikan untuk anda. Semoga apa yang kami kutif diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga :

  1. keunggulan obat biosimilar, obat yang berasal dari makhluk hidup
  2. Kecerdasan Yang Dipunyai Manusia Selain IQ
  3. gangguan kesehatan yang ditandai dengan cegukan tak berhenti-berhenti

Terus kunjungi situs http://manfaatginkgobilobapluscapsuleuntuktubuh.alfianherbal.com untuk update informasi penting dan menarik lainnya yang berhubungan dengan kesehatan.

Dampak Jarang Mencuci Handuk Dan Tips Mencuci Handuk Yang Benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>