Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala yang menunjukan ada penyakit lain. Untuk itu cari tahu Gangguan Kesehatan Yang Ditandai Dengan Tinnitus

Selamat datang di salah satu website resmi Alfian Herbal yang merupakan agen penjualan obat herbal online terpercaya yang menyediakan berbagai macam suplemen dan vitamin herbal yang terbuat dari bahan alami tanpa terkontaminasi bahan kimia. Salah satunya adalah menyediakan Ginkgo Biloba Plus Capsule yang merupakan obat spesialis pembuluh darah yang terbuat dari ekstrak Ginkgo Biloba yang sangat berkhasiat. Tapi di kesempatan ini kami bukan akan menerangkan mengenai ginkgo biloba plus capsule melainkan akan memberikan informasi mengenai kesehatan yaitu seputar Gangguan Kesehatan Yang Ditandai Dengan Tinnitus. Langsung saja simak ulasan lengkapnya berikut ini.

gangguan kesehatan yang ditandai dengan tinnitus

Gangguan Kesehatan Yang Ditandai Dengan Tinnitus — Kuping berdengung, atau dalam bahasa medisnya tinnitus adalah bentuk dari gejala masalah kesehatan. Sebelumnya, tinnitus dianggap hanya terjadi karena ada masalah di pendengaran. Itu ada benarnya. Namun, sejalan dengan perkembangan dunia medis, keberadaan tinnitus bisa juga merupakan awal dari suatu penyakit yang hinggap di badan.

Orang yang mengalami tinnitus biasanya seperti merasakan ada suara lengkingan atau mungkin desisan yang berasal dari luar telinga. Kadang pula suara tersebut seakan keluar dari saluran telinga tengah. Tak jarang akhirnya malah mengganggu kualitas hidup penderitanya.

Suara berdenging yang terdengar bisa jadi karena ada kelainan atau abnormalitas pada sistem auditori atau saraf.

Tinitus juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya antiradang, obat penenang, dan antidepresan. Tinitus bukanlah penyakit, melainkan gejala dari beberapa kondisi, meski ada yang tidak berbahaya.

Berikut penyakit yang ditandai oleh tinnitus :

  • Tumor otak

Neuroma akustik adalah tumor otak jinak yang menyerang saraf yang memengaruhi pendengaran dan keseimbangan. “Tinitus sering jadi gejala awal dari neuroma akustik,” kata Judy Vitucci, dari Acoustic Neuroma Association (ANA). Pada 2012, ANA mendapati 74 persen pasien yang disurvei mengalami tinitus.

Neuroma akustik berkembang dengan lambat. Namun, bila tidak ditangani, ia akan terus memengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan kematian. Bila Anda mengalami tinitus, waspadalah terhadap indikasi tumor kecil. Konsultasikan ke dokter THT untuk pemeriksaan mendalam.

  • Insomnia

Penelitian menunjukkan, semakin parah insomnia yang diderita seseorang, makin berat juga tinitus yang diderita. Memulihkan insomnia menjadi solusi untuk mengurangi suara-suara tersebut.

  • Cedera kepala atau leher

Seseorang yang terluka di kepala atau leher dapat mendengar suara berdering setelahnya. “Tinitus adalah gejala yang paling sering terjadi karena trauma kepala atau leher,” tulis para peneliti dalam jurnal The Laryngoscope.

  • Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah kondisi di mana mielin, selubung pelindung serat saraf otak dan sumsum tulang belakang, rusak. Ketiadaan mielin menyulitkan penyampaian pesan dari saraf ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga terkadang menyebabkan tinitus.

  • Vertigo dan meniere

Tinitus adalah gejala umum dari penyakit meniere, bagian telinga dalam yang menyebabkan sejumlah serangan vertigo, tuli sementara, dan tekanan pada telinga. Episode ini bisa datang berjam-jam, bahkan menyebabkan tuli permanen. Biasanya, penyakit meniere hanya diderita sebelah telinga.

  • Displasia fibromuskular

Displasia fibromuskular (FMD) adalah kondisi vaskuler yang menyebabkan satu atau lebih pembuluh tumbuh tidak normal. FMD membuat pembuluh bisa membesar atau mengecil. Implikasinya adalah tekanan darah menjadi tinggi, gagal ginjal, atau stroke. Jika FMD terjadi pada arteri vertebral atau karotid, biasanya akan dialami telinga berdenging.

  • diabetes

Suara dengingan di telinga juga terkait dengan peningkatan kadar gula darah pada penyandang diabetes.

  • Gangguan pendengaran karena suara bising

Sering terpapar suara yang keras seperti sirene, musik, atau petasan dapat menyebabkan tuli permanen atau tinitus pada sebelah atau kedua telinga. “Kehilangan pendengaran karena suara atau noise-induced hearing loss (NIHL) dapat disebabkan karena trauma akustik satu kali akibat ledakan tiba-tiba, suara tembakan, atau petasan. Bagaimanapun, NIHL dapat semakin parah bila mendengar suara keras terus-menerus,” catat British Medical Journal.

  • Gangguan sendi rahang

Gangguan sendi rahang atau temporomandibular disorder (TMD) merujuk pada rasa sakit atau disfungsi pada sendi rahang dan jaringan di sekitarnya. Gejalanya adalah sulit menggerakkan rahang, sulit berbicara, makan, membuat ekspresi wajah, bahkan bernapas. Gangguan ini juga akan membuat penderitanya dua kali lebih berisiko gangguan saraf, termasuk tinitus.

  • Penyakit “lyme”

Penyakit lyme disebabkan oleh infeksi gigitan kutu, dan membuat rasa tidak nyaman pada telinga.

Meskipun jarang, penderita penyakit lyme dapat mengalami tinitus, termasuk kehilangan pendengaran atau masalah pada vestibular,” menurut Benjamin Asher, MD, anggota Yayasan Internasional Penyakit Lyme dan Sejenisnya.

Baca Juga : Obat Tinnitus Herbal

Nah itulah informasi mengenai Gangguan Kesehatan Yang Ditandai Dengan Tinnitus ang dapat kami kutif. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan terima kasih telah berkunjung.

Gangguan Kesehatan Yang Ditandai Dengan Tinnitus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>