Halusinasi membuat orang mendengar, merasa, melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada. Pada keadaan tertentu, halusinasi dapat mengakibatkan ancaman pada diri sendiri dan orang lain. Simak artikel berikut ini yang mnerangkan seputar halusinasi beserta Jenis-Jenis Halusinasi Yang Sering Menghantui Pikiran kita.

Selamat datang kembali di website Alfian Herbal agen resmi Green World yaitu pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menyediakan berbagai jenis obat herbal berkhasiat yang terbuat dari bahan alami tanpa tercampur bahan kimia.

Jenis-Jenis Halusinasi Yang Sering Menghantui Pikiran

Jenis-Jenis Halusinasi Yang Sering Menghantui Pikiran

Jenis-Jenis Halusinasi Yang Sering Menghantui PikiranHalusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera. Kualitas dari persepsi itu dirasakan oleh penderita sangat jelas, substansial dan berasal dari luar ruang nyatanya. Definisi ini dapat membedakan halusinasi dengan mimpi, berkhayal, ilusi dan pseudohalusinasi (tidak sama dengan persepsi sesungguhnya, namun tidak dalam keadaan terkendali). Contoh dari fenomena ini adalah di mana seseorang mengalami gangguan penglihatan, di mana ia merasa melihat suatu objek, namun indera penglihatan orang lain tidak dapat menangkap objek yang sama.

Halusinasi juga harus dibedakan dengan delusi pada persepsi, di mana indera menangkap rangsang nyata, namun persepsi nyata yang diterimanya itu diberikan makna yang dan berbeda (bizzare). Sehingga orang yang mengalami delusi lebih percaya kepada hal-hal yang atau tidak masuk logika.

Jenis-Jenis Halusinasi

Berbagai jenis halusinasi ini sering kali menjadi penyakit tertentu, seperti skizofrenia, namun terkadang juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan obat atau konsumsi alkohol yang berlebihan, demam, kesedihan akibat kehilangan orang terdekat, depresi, atau demensia. Berikut ini jenis-jenis halusinasi yang dapat mengintai pikiran Anda:

  • Halusinasi pendengaran (audio)

Ini adalah jenis halusinasi yang menunjukkan persepsi yang salah dari bunyi, musik, kebisingan, atau suara. Mendengar suara-suara ketika tidak ada stimulus pendengaran adalah jenis yang paling umum dari halusinasi audio pada penderita gangguan mental. Suara dapat didengar baik di dalam atau di luar kepala seseorang, dan umumnya dianggap lebih parah ketika hal itu datang dari luar kepala. Suara bisa berupa suara wanita atau pria, yang akrab atau tidak akrab, dan yang berupa kritikan atau pujian. Dalam gangguan mental seperti skizofrenia, suara biasanya negatif dan tidak menyenangkan.

Pada penderita skizofrenia, gejala umum adalah mendengar suara orang yang bercakap-cakap dan berkomentar. Ketika ia mendengar suara-suara berbicara, biasanya itu adalah suara dua orang atau lebih yang berbicara pada satu sama lain. Ia mendengar kritikan atau komentar tentang dirinya, perilakunya, atau pikirannya, dan ia biasanya menjadi orang ketiga (seperti, “tidak, dia bodoh”). Di lain waktu, suara dapat memberitahunya untuk melakukan sesuatu (hal ini sering disebut sebagai perintah halusinasi).

  • Halusinasi pengecapan (gustatorius)

Ini adalah sebuah persepsi yang salah mengenai rasa. Biasanya, pengalaman ini tidak menyenangkan. Misalnya, seorang individu mungkin mengeluh telah mengecap rasa logam secara terus-menerus. Jenis halusinasi ini sering terlihat di beberapa gangguan medis (seperti epilepsi), dibandingkan dengan penderita gangguan mental.

  • Halusinasi penciuman (olfaktori)

Halusinasi ini melibatkan berbagai bau yang tidak ada. Bau ini biasanya tidak menyenangkan, seperti bau muntah, urin, feses, asap, atau daging yang membusuk. Kondisi ini juga sering disebut sebagai phantosmia dan dapat diakibatkan oleh adanya kerusakan saraf di bagian indra penciuman. Kerusakan mungkin disebabkan oleh virus, trauma, tumor otak, atau paparan zat-zat beracun atau obat-obatan. Phantosmia ini juga dapat disebabkan oleh epilepsi.

  • Halusinasi atau sentuhan (taktil)

Ini adalah sebuah persepsi atau sensasi palsu terhadap sentuhan atau sesuatu yang terjadi di dalam atau pada tubuh. Halusinasi sentuhan ini umumnya merasa seperti ada sesuatu yang merangkak di bawah atau pada kulit (ini juga dikenal sebagai formikasi). Contoh lain termasuk perasaan tersetrum pada tubuh, atau merasa disentuh orang lain tetapi sebenarnya tidak ada orang di sekitarnya. Sensasi fisik yang berasal dari gangguan medis dan hypochondriacal preoccupations dengan sensasi fisik normal tidak termasuk sebagai halusinasi somatik.

  • Halusinasi penglihatan (visual)

Ini adalah sebuah persepsi yang salah pada pandangan. Isi dari halusinasi dapat berupa apa saja (seperti bentuk, warna, dan hilatan cahaya), tetapi biasanya orang atau tokoh-tokoh seperti manusia. Misalnya, seseorang merasa ada orang berdiri di belakangnya meskipun tidak ada siapa-siapa. Terkadang seseorang mungkin mengalami persepsi yang salah dari salah satu tokoh yang berkaitan dengan agama (seperti setan).

  • Halusinasi somatik

Ini mengacu pada saat seseorang mengalami perasaan tubuh mereka merasakan nyeri yang parah, misalnya akibat mutilasi atau pergeseran sendi. Pasien juga melaporkan bahwa ia mengalami penyerangan oleh hewan pada tubuh mereka, seperti ular merayap ke dalam perut.

Selain harus segera memeriksakan diri ke dokter, pengidap halusinasi sebaiknya tidak dibiarkan tinggal atau bepergian sendiri. Dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin, halusinasi yang disebabkan penyakit serius dapat segera ditangani dan tidak sampai membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Demikian mengenai Jenis-Jenis Halusinasi Yang Sering Menghantui Pikiran yang dapat kami kutif. Semoga artikel ini bisa bermanfaat..

Terus kunjungi situs http://manfaatginkgobilobapluscapsuleuntuktubuh.alfianherbal.com untuk update informasi seputar kesehatan lainnya.

Jenis-Jenis Halusinasi Yang Sering Menghantui Pikiran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>