Dalam kebanyakan kasus, serangan panik (panic attack) dianggap serupa dengan serangan kecemasan (anxiety attack). Namun, sebenarnya kedua istilah ini merujuk pada dua kondisi kesehatan yang berbeda. Simak artikel ini karena akan mengulas Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Selamat datang di salah satu website Alfian Herbal yang merupakan agen resmi Green World Global yaitu pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya. Kami siap melayani pesanan dan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri dengan sistem pelayanan “Barang Sampai Baru Bayar“.

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack – Kecemasan adalah sistem alarm alami tubuh saat Anda merasa terancam, di bawah tekanan, atau menghadapi situasi yang membuat stress dan tidak nyaman. Umumnya, kecemasan bukanlah suatu hal yang buruk. Rasa cemas bisa membantu Anda untuk tetap waswas dan fokus, menyiapkan Anda untuk bekerja, dan memotivasi Anda untuk memecahkan masalah.

Kecemasan lebih dari sekedar insting. Sebagai hasil dari reaksi “fight or flight” tubuh, kecemasan memiliki beberapa tanda dan gejala fisik. Kecemasan bisa menakutkan, mengganggu, dan melemahkan. Karena banyak gejala yang serupa ditemukan pada sejumlah penyakit umum (seperti penyakit jantung, masalah tiroid, dan gangguan pernapasan), orang yang mengalami serangan panik sering membuat beberapa kunjungan ke ruang gawat darurat atau kantor dokter, berpikir bahwa mereka memiliki penyakit yang mengancam jiwa. Membutuhkan hingga beberapa bulan atau bertahun-tahun dan banyak episode frustrasi sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat.

Tanda dan gejala kecemasan yang umum, termasuk:

  • deg-degan, gelisah
  • berkeringat
  • perut mulas atau pusing
  • sering buang air kecil atau diare
  • napas ngos-ngosan
  • tremor dan kedutan
  • otot tegang
  • sakit kepala
  • lemah lesu
  • insomnia
  • ketakutan
  • sulit fokus
  • mudah marah
  • tegang dan waswas
  • sensitif terhadap potensi bahaya, mudah kaget
  • pikiran kosong

Namun jika Anda terus dihinggapi oleh kecemasan dan ketakutan yang luar biasa hingga mengganggu rutinitas dan fungsi Anda sehari-hari, inilah yang disebut dengan gangguan kecemasan (anxiety attack).

Perbedaan panik biasa dengan panick attack

Gangguan kecemasan sebenarnya merupakan payung besar yang melingkupi enam macam gangguan psikis, yaitu generalized anxiety disorder (GAD), serangan panik, obsessive-compulsive disorder (OCD), fobia, social anxiety disorder, dan post-traumatic disorder (PTSD).

Di sisi lain, serangan panik adalah sebuah kondisi turunan dari anxiety attack yang memiliki karakteristik lebih spesifik. Istilah “panic attack” dan “anxiety attack” sering kali digunakan untuk mendeskripsikan satu sama lain. Padahal, dalam dunia medis, kedua hal ini merupakan hal yang sangat berbeda. Panik dan kecemasan adalah dua kondisi yang berseberangan dan dibentuk oleh ciri yang berbeda pula.

Mungkin Anda pernah merasakan perasaan takut yang membanjiri tubuh saat terjebak dalam situasi yang mengancam atau berbahaya. Menyeberang jalan saat sebuah mobil mendadak melintas kencang, misalnya, atau mendengar teriakan massa yang menggelegar saat terjadi demo. Kepanikan sesaat bikin menggigil dan bulu kuduk merinding, menyebabkan jantung berdebar kencang, perut terasa mulas, dan pikiran kalut bercampur aduk. Saat bahaya tersebut usai, biasanya gejala kepanikan juga akan menghilang. Kepanikan kini tergantikan oleh rasa lega karena kita berhasil melewati krisis dan kembali melanjutkan hidup.

Sekarang, bayangkan jika Anda tengah berbelanja di sebuah swalayan dan bertemu dengan tetangga atau teman lama. Di tengah obrolan yang mengasyikkan, tiba-tiba Anda dilanda kepanikan yang amat sangat seperti akan didatangi sebuah musibah besar. Jantung Anda berdebar kencang sampai terasa menyakitkan, keringat dingin, dan berkunang-kunang. Mendadak Anda ingin pingsan, merasa gila, atau bahkan seperti ingin mati. Lalu setelah segalanya terlewati, kepanikan tersebut berubah menjadi rasa lemas, lelah, dan kebingungan; Anda terus menerus dihantui pikiran kenapa hal itu mendadak terjadi, kapan akan terjadi lagi, dan harus bagaimana saat serangan tersebut kembali.

Jika Anda sering mengalami kepanikan mendadak tanpa sebab, dan Anda terus diteror rasa takut bahwa serangan ini akan terjadi lagi dan lagi, Anda mungkin mengalami satu kondisi psikis serius namun mudah ditangani, yaitu serangan panik alias panic attack.

Lalu, apa yang membedakan panic attack dengan anxiety attack?

Cathy Frank M.D., direktur Outpatient Behavioral Health Services di Henry Ford Hospital, menjelaskan bahwa serangan panik, atau panic attack, terjadi secara spontan dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh tekanan. Serangan panik terjadi tanpa alasan dan tidak dapat diprediksi. Selama serangan panik berlangsung, orang yang mengalaminya akan terjebak dalam teror dan ketakutan yang luar biasa hingga merasa seperti akan mati, kehilangan kontrol atas tubuh dan pikiran, atau mengalami serangan jantung. Lebih lanjut lagi, penderita akan diteror perasaan khawatir terhadap munculnya serangan panik selanjutnya.

Walaupun penyebab pasti dari sebuah serangan panik belum dapat diketahui, penelitian memperkirakan bahwa kombinasi antara kondisi biologis tubuh (gen) dan faktor eksternal lingkungan memiliki kontribusi yang sama besarnya terhadap serangan dan perkembangan panic attack.

Gejal Panic Attack

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM 5), serangan panik dikarakteristikan oleh empat atau lebih dari gejala di bawah ini:

  • jantung berdebar kencang, laju jantung cepat
  • keringat deras
  • gemetaran, menggigil
  • sensasi kehabisan napas, kesulitan bernapas
  • merasa tercekik atau seperti tersedak
  • nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
  • mual, atau perut bergejolak
  • kepala berkunang-kunang, kehilangan keseimbangan, pingsan
  • derealisasi dan depersonalisasi, perasaan terpisah dari tubuh atau kenyataan
  • rasa seperti kehilangan kontrol atas tubuh, merasa gila
  • ketakutan akan mati
  • mati rasa atau paresthesia
  • keringat dingin, panas dingin, atau tubuh memerah dan menghangat

Banyak gejala dari anxiety attack dan panic attack yang mirip satu sama lain, namun pada serangan kecemasan alias anxiety attack, periode serangan umumnya lebih singkat dan tidak seserius serangan panik. Meski demikian, gejala anxiety attack lebih sulit untuk hilang dalam sekejap dan bisa bertahan lama hingga berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Banyak orang yang memiliki gangguan kecemasan ini juga mengalami depresi di satu titik dalam hidupnya. Kecemasan dan depresi dipercaya mengakar dari kerentanan biologis yang sama, yang dapat menjelaskan mengapa kedua kondisi yang berlainan ini sering kali terjadi tumpang tindih. Depresi memperparah gejala gangguan kecemasan, begitu pula sebaliknya. Penting untuk Anda mencari pertolongan untuk kedua masalah psikis ini.

Itulah tadi Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda semua.

Terus kunjungi situs http://manfaatginkgobilobapluscapsuleuntuktubuh.alfianherbal.com untuk update informasi menarik seputar kesehatan lainnya.

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>